Animisme Dan Dinamisme

Apa itu Animisme dan Dinamisme

Tahukah Anda jika disadari atau tidak, banyak di sekitar Anda melakukan tindakan animisme ataupun dinamisme. Perbuatan yang mengandung unsur animisme atau dinamisme memang jarang disadari, untuk itulah penting kaitannya untuk mengerti pengertian animisme dan dinamisme.

Jika Anda sudah memahami animisme dan dinamisme, maka Anda bisa mewaspadai dan berhati-hati dalam bertindak. Siapa tahu ada tindakan dalam diri Anda yang memiliki unsur dinamisme atau animisme.

Animisme Dan Dinamisme

Tapi sebenarnya apakah animisme dan dinamisme itu? Berikut ulasan yang diambil dari situs Academic Indonesia untuk Anda.

Pengertian Animisme

Animisme berasal dari bahasa Latin yaitu anima yang berarti roh dan isme. Animisme dalam bahas Latin berarti kepercayaan. Maka bisa diartikan bawa animisme adalah sebuah kepercayaan terhadap segala sesuatu hal yang memiliki roh baik hidup maupun mati yang.

Mereka yang percaya pada animisme meyakini bahwa setiap benda yang ada di bumi baik itu laut, sungai, pohon batu besar dan gua memiliki jiwa yang harus dihormati. Penghormatan pada benda-benda itu adalah sebagai usaha agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

Bentuk penghormatan kepada benda itu dilakukan dengan cara memberikan sesaji pada mereka yang mengaku pemeluk aliran animisme. Para pemeluk aliran animisme percaya bahwa arwah orang yang telah meninggal dapat masuk ke tubuh yang sudah mati atau hidup, seperti hewan.

Menurut sejarah, kepercayaan animisme sudah ada sejak 40.000 hingga 100.000 tahun sebelum masehi. Ya, kepercayaan berupa animisme ini sudah ada sejak masa Paleolitik Atas.

Animisme hadir dalam kehidupan jauh sebelum manusia menemukan konsep agama. Animisme sendiri merupakan kepercayaan awal seorang manusia dalam mengenal adanya Tuhan.

Animisme bisa dikatakan sebuah agama yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda memiliki roh baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa. Keyakinan agama dalam animisme bertujuan untuk mengadakan hubungan baik dengan roh-roh yang mereka takuti dan hormati dengan senantiasa berusaha menyenangkan hati roh-roh tersebut.

Secara garis besar, animisme adalah tindakan yang berada di luar nalar seorang manusia. Ya, bisa dikatakan apa yang dipercaya dalam animisme merupakan hal-hal yang tidak bisa dilogika oleh manusia.

Pengertian Dinamisme

Hampir serupa dengan animisme, dinamisme berasal dari bahasa Yunani. Dinamisme berasal dari kata dynamos atau dinamis yang berarti kekuatan atau daya. Sementara isme berarti kepercayaan atau pandangan.

Secara garis besar kepercayaan dinamisme dapat diartikan sebagai kepercayaan yang meyakini adanya daya pada semua benda hidup maupun mati yang ada di dunia ini.

Penganut kepercayaan dinamisme percaya bahwa benda-benda itu dipercaya dapat memberi pengaruh baik dan buruk bagi mereka. Adapun benda pusaka seperti keris, tombak, gamelan, lambang kerajaan, pohon besar, gunung dan patung adalah benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan roh gaib.

Jadi dinamisme adalah kepercayaan pada kekuatan gaib yang misterius. Tujuan beragama pada dinamisme adalah untuk mengumpulkan kekuatan. Secara khusus, munculnya kepercayaan dinamisme adalah karena adanya nisbah yang kuat antara manusia sebagai subjek dan barang sebagai objek.

Namun, hubungan subjek dan objek ini tidak sama seperti relasi subjek-objek seperti biasa. Hal ini karena pada konteks dinamisme, subjek dan objek sangat berdekatan, bahkan bisa dikatakan, baik manusia maupun benda sama-sama merupakan subjek.

Pada taraf ini sebenarnya masyarakat primitif telah menyadari bahwa manusia dan barang memiliki keterkaitan pragmatik.  Pola pikir manusia primitif berbeda dengan manusia modern. Jika manusia modern menganggap alam sebagai objek dan dirinya sebagai subjek yang dapat mengubah serta mengeksploitasi alam, maka manusia primitif memiliki pemahaman yang berbeda.

Artinya,  dalam pandangan masyarakat primitif, manusia berposisi sebagai subjek sedang alam semesta berposisi sebagai objek. Akan tetapi karena mereka mengkeramatkan benda dan menganggap benda sebagai dzat yang berpribadi.

Maka pada saat itu alam semesta otomatis dianggap sebagai subjek yang juga bisa berposisi sebagai ‘esensi’ yang bisa menyebabkan perubahan pada kehidupan manusia yang bukan hanya pasif seperti pemahaman manusia modern, namun juga aktif.

Ada kepercayaan yang begitu kuat bahwa ruh atau nyawa (dari makhluk yang berpribadi) merupakan sesuatu yang mengatur alam dan seluruh kehidupan manusia.

Ajaran pokok dalam dua agama tersebut, secara umum dapat dikatakan sama. Selain karena karena kepercayaan yang sama namun berbeda, ritual keagamaan mereka hanya dibedakan dengan objek yang disembah. Berikut disajikan beberapa ajaran pokok yang tertuang dalam pola pikir dan ritual masyarakat primitif.

Masyarakat primitif tergolong masyarakat yang sarat dengan nilai-nilai religius. Karenanya, hampir setiap kejadian yang dianggap penting selalu menjadi sebab terselenggaranya sebuah upacara.

Misalnya ketika terjadi kelahiran, kematian, awal bercocok tanam, dan kejadian penting lain akan diiringi dengan sebuah ritual berupa upacara. Sikap dan tindakan hidup sehari-hari pun diorientasikan untuk bidang keagamaan.

Ini membuktikan bahwa masyarakat primitif merupakan suatu komunitas yang memegang teguh ajaran agama yang diyakininya. Pada kejadian ini, bisa diprediksikan bahwa benih-benih sekularisme belum ada sama sekali

Masyarakat primitif meyakini bahwa semua kejadian yang bergulir merupakan ulangan dari kejadian yang pernah terjadi pada zaman azali. Dengan demikian, masyarakat primitif cenderung eksklusif dan mengembalikan semuanya pada cerita dan risalah yang mereka yakni berasal dari nenek moyang mereka.

Mereka tidak memiliki keinginan untuk berinovasi dan mencari hal baru dalam setiap kejadian yang dialami. Nah, dalam kedua agama tersebut juga dikenal istilah yang disebut mana.

Mana adalah kekuatan atau kekuasaan yang terdapat di dalam dinamisme maupun animisme. Mana ini merupakan kekuatan atau kekuasaan yang keramat dan tidak berpribadi, yang dianggap halus maupun berjasad. Sesuatu itu disebut ’mana’ jika memberi efek atau hasil.

Jika tidak maka tidaklah disebut mana. Sedangkan kepercayaan terhadap kekuatan atau daya tersebut disebut magi. Seperti contoh ada orang primitif yang melemparkan mantra, mantra tersebut tertulis dalam sebongkah kayu saat ia menghadapi badai ketika berlayar.

Maka orang primitif itu meyakini bahwa tindakan tersebut dapat menyelamatkan mereka. Jadi dalam hal ini, kekuatan yang diyakini ada dalam tindakan tersebut dinamakan mana, sedang kepercayaan terhadap hal yang demikian disebut magi.

Sementara itu, ada empat ciri yang dapat memberi pengertian kepercayaan atau mite, yakni, pertama, mite terjadi pada zaman permulaan atau zaman azali. Kedua, kejadian alam tertentu dianggap sebagai suatu tanda adanya kejadian penting, misalnya kelahiran, kematian, dan sebagianya. Ketiga, mite mengandung kekuasaan.

Dalam artian, ketika seseorang memberi nama terhadap sebuah daya, maka daya tersebut menjadi penguasa terhadap diri orang yang memberi nama tadi.

Seperti itulah pengertian mengenai animisme dan dinamisme. Kepercayaan terhadap barang benda mati atau hidup yang dipercaya memiliki roh.

Disadari atau tidak, masih banyak tindakan di sekitar manusia yang masih percaya terhadap hal-hal berbau mistis yang menjurus pada tindakan animisme dan juga dinamisme. Semoga dengan membaca pengertian animisme dan dinamisme, manusia lebih berhati-hati dalam bertindak.