Tips Memulai Usaha Budidaya Ternak Lele Yang Menjanjikan

Ikan lele adalah salah satu ikan air tawar favorit masyarakat Indonesia. Harganya yang terjangkau serta rasanya yang lezat membuat permintaan ikan lele di pasaran cukup tinggi.

Oleh sebab itu usaha ternak lele bisa dibilang sangat potensial. Apalagi benih ikan lele juga termasuk mudah didapatkan dan perawatannya pun relatif lebih mudah dibandingkan ikan air tawar lainnya.

Bahkan ikan lele ini juga kaya akan nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia juga lho. Sebab kandungan nutrisi dalam seekor ikan lele cukup lengkap mulai dari protein, vitamin B-12, lemak omega, rendah merkuri dan lainnya.

Nah, bagi anda yang tertarik dan ingin memulai usaha ternak ikan lele ikutilah beberapa tips berikut ini dan juga untuk mendapatkan panduan budidaya lainnya bisa cek di tipsbudidaya.com.

Lalu jangan lupa dibarengi pula dengan keseriusan serta ketekunan agar nantinya usaha ini mampu berjalan sukses.

1. Pembuatan Kolam

Kolam ikan lele memiliki banyak alternatif pilihan mulai dari kolam tanah, terpal, semen, bahkan menggunakan drum. Sebelum menebar benihnya pastikan anda telah menyiapkan sebuah kolam pada lokasi yang strategis.

Selain itu anda juga harus menunggu beberapa hari agar lumut dan fitoplankton terbentuk sehingga kolam tidak cepat keruh.

Kolam ikan sebaiknya pun diberi jarak yang cukup dari permukaan sehingga ikan lele nantinya tidak kepanasan dan malah mati. Aturlah suhu kolam antara 20 – 28 derajat celcius.

Kemudian tambahkan pula tanaman air seperti eceng gondok, talas, atau Azolla agar dapat menyerap racun di air kolam dan menjaga keteduhan kolam.

2. Memilih Bibit Ikan Lele

Dalam memilih bibit pastikan jangan menggunakan bibit sembarangan dan sebaiknya memilih bibit lele yang unggul.

Hal ini akan meminimalisir terkena serangan penyakit sehingga ikan lele bisa lebih sehat dan cepat besar. Bibit lele unggul biasanya lebih gesit dan agresif saat diberikan makanan.

Selain itu bibit unggul juga terlihat sama dengan warna yang sedikit lebih terang, dan lain sebagainya.

3. Proses Penebaran Benih

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar kanibal. Untuk menghindari resiko saling memakan, sebaiknya pisahkan ikan lele berukuran besar dengan ikan lele yang berukuran kecil.

Selain itu selama proses penebaran benih, jangan langsung menebar benih ikan lele secara bersamaan ke dalam kolam. Hal ini akan menyebabkan benih ikan lele stres, dan bisa menyebabkan kematian.

Alangkah baiknya sebelum ditebak ke kolam cobalah untuk menggunakan ember dan masukan sebagian ember yang berisi benih ikan lele ke dalam kolam.

Setelah itu diamkan selama kurang lebih 30 menit agar benih ikan lele dapat dengan sendirinya keluar menuju kolam. Sebaiknya lakukanlah sewaktu pagi atau malam hari, karena ikan lele cenderung lebih tenang pada waktu-waktu tersebut.

4. Proses Kawin dan Pengembangbiakan

Ciri-ciri ikan lele yang siap untuk kawin dapat terlihat dari warna kelaminnya. Yaitu alat kelamin jantan akan berwarna merah dan betinanya berwarna kuning.

Sel telur yang sudah dibuahi selama perkawinan akan menempel pada sarang selama 24 jam. Setelah itu telur akan menetas dan menjadi anak ikan lele.

Jangan lupa setelah menetas pisahkan anakan ikan lele ke dalam kolam khusus. Setelah ikan lele berumur 20 hari, jangan lupa untuk melakukan penyortiran. Hal ini dimaksudkan agar ikan lele yang berukuran kecil tidak kekurangan makan dari ikan lele berukuran besar.

5. Pemeliharaan

Selama pemeliharaan perhatikanlah beberapa hal berikut ini:

a. Kualitas Air Kolam

Sebelum panen dilakukan sebaiknya jangan mengganti air kolam. Hal ini bertujuan agar ketenangan air kolam tetap terjaga selama masa pertumbuhan.

Selain itu jangan menggunakan sirkulasi sewaktu menguras kolam karena akan mengurangi tingkat keasaman air kolam. Jika ingin menambah air kolam, ingatlah bahwa benih ikan lele sudah diberi cukup makan yang dilakukan secara bertahap.

b. Pemberian Pakan

Ikan lele biasanya diberi pakan berupa pellet, keong mas, plankton, cacing, atau konsentrat yang kandungannya dibutuhkan ikan lele.

Berilah pakan secara rutin dan berkala sekitar 3 kali sehari, pada waktu-waktu seperti pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jika perlu berikanlah pakan tambahan, terutama bagi ikan lele yang lincah dan sering mendongakkan kepala ke permukaan.

Selain itu jangan memberikan makan sewaktu hujan karena dapat mencemarkan zat asam pada pakan yang diberikan.

c. Pencegahan Hama dan Penyakit

Untuk menanggulangi hama dan penyakit, gunakan lah penghalang kolam seperti jaring yang diletakkan di atas kolam. Berikan pula obat-obatan khusus agar terhindar dari penyakit.

6. Panen

Ikan lele siap dipanen setelah kurang lebih 3 bulan dan warna air kolam telah berubah menjadi merah. Biasanya ikan lele siap panen berukuran sekitar 5 – 7 cm atau 9 – 12 cm.