Tulisan Innalillahi Kaligrafi (Bacaan Istirja’) dan Penempatannya

Bacaan Istirja’ seringkali diucapkan oleh umat muslim ketika mendapatkan musibah. Tidak heran juga apabila tulisan innalillahi kaligrafi kerap ditemui di berbagai tempat seperti maisan kuburan, kelambu mayat dan beberapa buku Yasin. Fungsinya bukan hanya sebagai tulisan saja, akan tetapi juga pengingat bagi mereka yang membacanya.

Kaligrafi Bacaan Istirja’

Mungkin bacaan istirja’ sudah tak asing lagi bagi umat muslim, dimana hal ini akan selalu diucapkan ketika seseorang sedang mendapat musibah. Terdapat banyak doa dan hikmah pula yang terkandung dalam lafadz tersebut.

Maka tak heran, apabila seringkali menemui tulisan innalillahi kaligrafi di makam atau tempat-tempat khusus kaum muslim lainnya. Sebab, ini dilakukan semata-semata bukan hanya sebagai hiasan dinding, akan tetapi pengingat bagi siapapun bahwa musibah bisa datang kapan dan dimana saja.

Makna dari bacaan istirja’ ini sejatinya adalah mengingatkan hamba-Nya bahwa segala sesuatunya adalah milik Allah semata. Sehingga, sebagai seorang yang taat sudah sepatutnya selalu mengingat-Nya dalam keadaan apapun. Lantas, dimanakah orang sering melihat kaligrafi ini?
 

Dinding Makan (Maisan)

Tulisan innalillahiwainnailaihirojiun atau kaligrafi bacaan istirja’ ini dapat dijadikan panada di makam dengan berbagai macam bentuk. Banyak umat muslim melakukan hal ini dengan tujuan, senantiasa mengingat Allah dimana pun tempatnya. Terlebih jika lokasi tersebut merupakan milik pribadi.

Kaligrafi dengan tulisan bacaan istirja’ ini biasanya akan diletakaan dalam batu nisan dengan ukiran yang nampak cantik, bisa juga diletakkan pada kramik dengan susunan rapi. Hal ini tentu akan lebih berguna, estetik dan tentram daripada menulis kalimat lainnya.

Penutup Bandusa (Usungan Mayat)

Makna bacaan istirja’ ini begitu dalam, bahkan dalam sebuah Rasulullah mencontohkan kepada umatnya untuk mengucapkan lafadz ini ketika mendapatkan musibah sekecil apapun dan itu menyusahkan.

Maka, tak heran apabila tulisan kaligrafi doa ini banyak ditemui pula di penutup bandusa dengan ciri khas warna kuning beralaskan kain hijau. Sebab, tujuannya selain sebagai penutup, juga agar umat muslim senantiasa teringat dengan Sang Pencipta.

Itulah tulisan innalillahi kaligrafi yang banyak terdapat di beberapa tempat pemakaman, dengan berbagai hiasan pendukung. Maka dari itu, sebaik-baik penolong ketika mendapat musibah tetaplah Allah SWT dengan segala kebaikan-Nya.